welcome and enjoy with my blog :))

Minggu, 28 Oktober 2012

Ingin Pintar ? Main Puzzle yuuk !

Puzzle bukanlah mainan baru. Mainan ini berupa gambar yang terbagi dalam potongan-potongan. Puzzle tersedia dalam beraneka ragam bentuk, bahan, dan ukuran, dari yang mudah hingga yang sangat sulit. Gambarnya pun bermacam-macam. Ada tokoh kartun, pemandangan, mobil, binatang, dan buah-buahan.


Lalu, bagaimana caranya puzzle bisa membantu kita menjadi pintar? Saat bermain puzzle, kita harus menyelesaikan sebuah masalah. Masalahnya adalah memasang potongan gambar menjadi sebuah gambar utuh.
Jika kita sering berlatih memasang puzzle, otak kita akan pintar. Dengan berulang kali kita mencoba memasang dan mencocokkan kepingan gambar, kita akan semakin mampu menyimpulkan sebuah masalah.
Manfaat bermain puzzle bukan hanya itu. Bermain puzzle membuat kita semakin memahami sebab-akibat. Contohnya, kita pasang keping A dengan keping B ternyata tidak cocok. Hasilnya akan berbeda jika keping A kita pasang dengan keping E. Hasilnya merupakan bagian dari gambar yang utuh. Inilah yang dinamakan hubungan sebab akibat. Setelah berulang kali kita mencoba, memadu-padan dan memasang kepingan gambar, akhirnya kita berhasil menyelesaikan sebuah gambar yang utuh.
Teman-teman, sadar atau tidak jika gambar yang telah kita selesaikan tersusun dari bagian-bagian yang kecil? Nah, bermain puzzle juga mewakili objek benda yang lebih kecil. Contohnya sebuah pohon terdiri atas daun, ranting, batang, bunga, dan akar. Bunga terdiri atas kelopak, tangkai, putik, dan benang sari.
wah. . ., ternyata main puzzle banyak juga ya manfaatnya. Main puzzle yuuk . . . !

Dikutip dari Kompas Anak, 17 September 2006

Jumat, 12 Oktober 2012

Contoh Telaah Kritis Terapi dan Edukasi Anak Autis


Direktur Pembinaan Sekolah Luar Biasa Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) Departemen Pendidikan Nasional Eko Djatmiko Sukarso menyatakan, UU Sisdiknas No20 Tahun 2003 mengamanatkan kepada pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan bagi semua masyarakat. “Pemerintah mengakui dan melaksanakan pendidikan khusus (PK) dan pendidikan layanan khusus (PLK) bagi penyandang autis,” sebutnya. 
Semua hal yang terkait dengan pembelajaran untuk anak-anak autis berpedoman pada Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Eko mengatakan, Diknas memberikan kebebasan kepada masing-masing sekolah untuk menentukan kurikulum bagi penyandang autis.
Dini Yusuf mengatakan, bergantung dari assessment (penilaian) awal yang dilakukan tiap sekolah. Penilaian ini perlu dilakukan sebelum sekolah menerima anak autis baru. Selain itu, penilaian awal ini juga melalui observasi langsung terhadap anak. Lamanya penilaian awal ini, menurut Dini,berbeda-beda.”Tetapi, dari sana, kami lalu menentukan jenis terapi dan juga kurikulum yang tepat buat sang anak,” ujarnya. Biasanya, terapi ini akan digabungkan dengan bermain agar lebih menyenangkan bagi anak autis. 
Kepala Sekolah khusus autis, AGCA Centre Bekasi Ira Christiana, mengatakan, sekolahnya memiliki berbagai macam bentuk terapi bagi penyandang autis. Di antaranya, terapi terpadu, wicara, integritas, dan fisioterapi. “Terapi apa yang diberikan tergantung dari kondisi anaknya,” sebutnya.
Penderita autis memiliki beberapa karakteristik seperti kesulitan berkomunikasi dan bersosialisasi, sering bertingkah aneh, dan tidak memiliki rasa takut akan bahaya. Tetapi mereka dapat mengingat informasi secara detail dan akurat. Ingatan visual mereka juga sangat baik dan mampu berkonsentrasi terhadap subyek atau pekerjaan tertentu dalam periode yang lama. Di tengah segala keterbatasan yang dimiliki, anak-anak berkebutuhan khusus juga memiliki bakat tersendiri. Di sinilah peran orang tua untuk melihat secara jeli bakat yang dimiliki anak.
Memang dibutuhkan kasih sayang dan kesabaran ekstra dalam mendidik anak autis. Jika bakat anak tersebut sudah mulai terlihat dan dibantu untuk mengasahnya, maka dalam jangka waktu yang tidak lama anak-anak tersebut akan memiliki bakat yang luar biasa yang dapat menghasilkan prestasi.
Seperti halnya Kharisma, penyandang autis yang sudah terkenal di Indonesia yang sering tampil di layas kaca kita. Di samping kekurangannya itu, dia memiliki berbagai macam kelebihan seperti dapat menghafal berbagai macam lagu, dapat menirukan pidato bapak presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pidato siapapun, dengan melihat tanggal lahir seseorang dia dapat menebak hari, tanggal, dan tahun orang itu lahir(indigo), dapat menghafal merk-merk handphone, dan masih banyak lagi. Menurut Bapak Ciptawan, kepala sekolah SLB Negeri Semarang, beliaulah yang telah menemukan bakat dari Kharisma. Awalnya anak itu suka memainkan tangannya dengan mengetuk-ngetukkan tangannya pada meja, dan dari situlah beliau dapat menemukan bakat terpendam dari Kharisma yang pandai bernyanyi.