Puzzle bukanlah mainan baru. Mainan ini berupa gambar yang terbagi dalam potongan-potongan. Puzzle tersedia dalam beraneka ragam bentuk, bahan, dan ukuran, dari yang mudah hingga yang sangat sulit. Gambarnya pun bermacam-macam. Ada tokoh kartun, pemandangan, mobil, binatang, dan buah-buahan.
Lalu, bagaimana caranya puzzle bisa membantu kita menjadi pintar? Saat bermain puzzle, kita harus menyelesaikan sebuah masalah. Masalahnya adalah memasang potongan gambar menjadi sebuah gambar utuh.
Jika kita sering berlatih memasang puzzle, otak kita akan pintar. Dengan berulang kali kita mencoba memasang dan mencocokkan kepingan gambar, kita akan semakin mampu menyimpulkan sebuah masalah.
Manfaat bermain puzzle bukan hanya itu. Bermain puzzle membuat kita semakin memahami sebab-akibat. Contohnya, kita pasang keping A dengan keping B ternyata tidak cocok. Hasilnya akan berbeda jika keping A kita pasang dengan keping E. Hasilnya merupakan bagian dari gambar yang utuh. Inilah yang dinamakan hubungan sebab akibat. Setelah berulang kali kita mencoba, memadu-padan dan memasang kepingan gambar, akhirnya kita berhasil menyelesaikan sebuah gambar yang utuh.
Teman-teman, sadar atau tidak jika gambar yang telah kita selesaikan tersusun dari bagian-bagian yang kecil? Nah, bermain puzzle juga mewakili objek benda yang lebih kecil. Contohnya sebuah pohon terdiri atas daun, ranting, batang, bunga, dan akar. Bunga terdiri atas kelopak, tangkai, putik, dan benang sari.
wah. . ., ternyata main puzzle banyak juga ya manfaatnya. Main puzzle yuuk . . . !
Dikutip dari Kompas Anak, 17 September 2006
Tidak ada komentar:
Posting Komentar