Prinsip Dasar Terapi Ellen
(Terapi terpadu = terapi mendengar + terapi wicara)
(Terapi terpadu = terapi mendengar + terapi wicara)
1. Mendengar melalui telinga yang dibantu ABD,
bukan karena melihat gerakan tangan atau gerakan mulut.
2. Keterbatasan si anak dalam merespon pembicaraan
kita adalah karena belum mengerti kata/kalimat yang didengar (keterbatasan
kosa kata, karena baru mulai mendengar selama 2 tahun), sehingga perlu
dibantu dengan gambar/gerakan tangan. Tetapi bantuan inipun sifatnya hanya
sesaat dalam rangka memasok kata baru, setelah kata tersebut dimengerti,
bantuan visual dihilangkan.
3. Karena itu yang penting adalah memasok kosa kata
ke telinga Ellen, tanpa menuntut dia segera/langsung dapat mengerti apalagi
mengucapkan. John Tracy Clinic menuliskan: untuk dapat mengerti
suatu kata si anak harus mendengar 100 kali, untuk dapat mengucapkan ia harus
mendengar 1000 kali. Jadi sejak Ellen memakai ABD kami konsentrasi memasok dan
memasok kata ke telinganya (saat bercakap-cakap normal, maupun saat spesifik
mengajarkan kata-kata baru).
4. Teknik berbicara adalah dengan volume suara
normal di dekat telinganya. Hal ini bertujuan agar suluruh konsonan dapat
ditangkap. Bicara pada jarak yang lebih jauh dengan suara keras (berteriak)
menyebabkan yang ditangkap hanya vokal saja.
5. Kami telah menerapkan point 1-4 selama 1 tahun dan
telah terbukti menunjukkan hasil yang baik. Pada akhir tahun pertama, dia baru
memiliki bahasa reseptif (paham beberapa kata yang kami ucapkan tanpa
dia melihat gerak bibir, tapi dia belum bisa mengucapkannya), lalu setelah itu
mulai muncul kata-kata pertamanya (walau pengucapan tidak sempurna, tetapi konsisten),
dan langsung disusul dengan kata-kata berikutnya. Metode ini biasa disebut
teknik auditory verbal. Ini yang kami terapkan…
6. Kendala yang muncul adalah pengucapan yang masih
sangat lemah, karena itulah atas saran John Tracy Clinic kemudian Ellen dibantu
terapi wicara (di suatu RS). Terapis wicara membantu membentuk pengucapan Ellen
dengan teknik terapi wicara terhadap kata-kata yang sudah dimengerti Ellen
tetapi belum bagus pengucapannya. Walaupun hanya 4 bulan (terpaksa quit karena
tidak tertampung jadwal baru mereka yang hanya pagi–siang), pola ini telah
menunjukkan hasil yang menggembirakan. Metode auditory verbal + terapi
wicara ini biasa disebut auditory oral. Ini yang kami lanjut-terapkan saat
ini (dengan bantuan terapis wicara di sekolah).
Catatan:
- Penelitian modern menyatakan hampir semua anak tuna rungu masih punya sisa pendengaran (tidak 100% tuli). Sisa pendengaran ini dapat dioptimalkan dengan bantuan alat bantu dengar (ABD, walaupun tidak secanggih implan koklea).
- Tetapi memakai ABD tidak sama dengan orang memakai kaca mata, yang langsung bisa melihat dengan lebih jelas. Karena respon atas stimuli visual adalah langsung, sedangkan respon atas stimuli auditori adalah melalui tahap pemahaman/interpretasi dulu. Untuk mencapai tahap pemahaman yang penting adalah harus sering mendengar dan mendengar, dengan pengucapan yang jelas, kalimat pendek, dan jika perlu disertai bantuan visual: gambar & gerakan tangan (kadang tanpa bantuan akan sulit anak memahami kata-kata baru, mirip kita nonton film berbahasa asing dimana kita mendengar pemain berbicara cas-cis-cus tanpa kita menangkap artinya). Tetapi bantuan itu perlahan dihilangkan, sehingga nantinya hanya akan berkomunikasi secara verbal. (by: mama Ellen, edited by papa Ellen)
- Penelitian modern menyatakan hampir semua anak tuna rungu masih punya sisa pendengaran (tidak 100% tuli). Sisa pendengaran ini dapat dioptimalkan dengan bantuan alat bantu dengar (ABD, walaupun tidak secanggih implan koklea).
- Tetapi memakai ABD tidak sama dengan orang memakai kaca mata, yang langsung bisa melihat dengan lebih jelas. Karena respon atas stimuli visual adalah langsung, sedangkan respon atas stimuli auditori adalah melalui tahap pemahaman/interpretasi dulu. Untuk mencapai tahap pemahaman yang penting adalah harus sering mendengar dan mendengar, dengan pengucapan yang jelas, kalimat pendek, dan jika perlu disertai bantuan visual: gambar & gerakan tangan (kadang tanpa bantuan akan sulit anak memahami kata-kata baru, mirip kita nonton film berbahasa asing dimana kita mendengar pemain berbicara cas-cis-cus tanpa kita menangkap artinya). Tetapi bantuan itu perlahan dihilangkan, sehingga nantinya hanya akan berkomunikasi secara verbal. (by: mama Ellen, edited by papa Ellen)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar