Makanan renyah seperti
kue-kue kering, ayam crispy atau steak daging merupakan makanan favorit banyak
orang. Tetapi taukah Anda bahwa makanan tersebut dapat menghasilkan senyawa
yang berbahaya bagi jantung jika dimasak dengan metode yang tidak tepat ?
Memasak makanan dengan
menggunakan suhu tinggi dan kelembapan yang rendah dapat menghasilkan senyawa
kimia yang disebut dengan advanced
glycation end products (AGEs). Padahal, menurut penelitian terbaru dari
University of Illinois di Urbana, Amerika. AGEs itu dapat meningkatkan risiko
penyakit jantung.
Ketika gula dan protein
dimasak pada suhu tinggi dan kelembapan yang rendah, keduanya dapat
berinteraksi membentuk kerak yang dikenal dengan karamelisasi. Hal inilah yang
menyebabkan makanan seperti ayam panggang atau roti kering memiliki lapisan
luar yang renyah, gurih, dan rasanya lezat.
Proses pembentukan
kerak makanan tersebut dapay menyebabkan terbentuknya AGEs. Hal ini berpotensi
membahayakan kesehatan, karena paparan AGEs yang lebih tinggi berkontribusi
terhadap risiko penyakit jantung.
“Penderita diabetes
memiliki kadar glukosa darah yang lebih tinggi, sehingga tubuh menghasilkan
lebih banyak AGEs secara alami,” kata Claudia Luevano Contreras, penulis studi
seperti dilansir prevention, Senin
(29/10).
Hal inilah yang menjadi
alasan mengapa orang yang diabetes lebih mungkin mengambangkan kerusakan
vaskulaar dibandingkan orang yang tidak mengidap diabetes. Tetapi Anda tetap
dapat menikmati makanan yang renyah dengan cara memodifikasi metode memasaknya.
AGEs dalam makanan
tergantung pada komposisi gizi dan metode memasak sehingga diperlukan cara yang
tepat untuk memasak makanan yang mengandung protein atau gula tinggi agar tidak
membahayakan jantung Anda.
Berikut 4 metode mamasak
makanan renyah yang lebih aman untuk jantung :
1.
Braising
Metode ini dilakukan dengan cara
memasak daging pada panas yang rendah dan dalam waktu yang cukup lama. Memasak
daging lebih lama dengan suhu rendah dapat meningkatkan kelembapan dan
mengurangi AGEs.
2. Stewing
Stewing atau menyetup adalah teknik memasak
bahan makanan yang telah dipotong-potong kecil dengan menggunakan cairan yang
tidak terlalu banyak dalam panci besar secara perlahan. Cara ini juga dapat
meningkatkan kelembapan dan mengurangi AGEs, serta aroma masakan lebih keluar
dengan sempurna.
3. Memasak pada suhu yang lebih rendah
Memasak pada suhu yang rendah tentu
memerlukan waktu yang lebih lama, tetapi cara ini dapat mempertahankan nutrisi
makanan, terutama pada sayuran.
4. Memasak setengah matang
Metode ini tentu tidak berlaku untuk
daging, karena bakteri yang terkandung dalam daging tidak akan mati jika
dimasak setengah matang dan membahayakan kesehatan. Memasak sayuran setengah
matang dapat mempertahankan kandungan protein dan vitaminnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar